Monday, 26 May 2014

TUGAS TOU 2 MINGGU KE-3

BIOGRAFI B.J HABIBIE


Salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia dan juga Presiden ketiga Republik Indonesia, dialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan
Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di  Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH) Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain. Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.

Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan
Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.

"Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .......ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........." Papar BJ Habibie.

Pada Awal desember 2012, sebuah film yang berjudul "Habibie dan Ainun" diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.

 




Pidato BJ Habibie ketika berkunjung Ke Garuda Indonesia

Dik, anda tahu, saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai
Insinyur, Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, anda semua lihat sendiri, N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia. Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa.

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pak Habibie menghela nafas, Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....

Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
− Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:
Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik, organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu...

Dik, saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya, saya mau kasih informasi...... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu.

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan...

Dik, kalian tau, 2 minggu setelah ditinggalkan ibu, suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu... Ainun.... Ainun ........ Ainun ........saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini...’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga...

*(dari tayangan program di stasiun televisi 27 Januari 2012, P.Habibie bercerita, ternyata ada 4 opsi,bukan 3, dimana opsi yang belum tersebut di atas adalah, P.Habibie diminta bercerita tentang apa saja tentang bu Ainun kepada dokter, hampir sama dengan opsi 2)

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu).. ia melanjutkan pembicaraannya;

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun.......dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat..... saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata.......

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui...

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu, semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh Habibie dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif.”

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia.

Itulah sekelumit kisah tentang biografi B.J Habibie, banyak hal menarik dan inspiratif yang bisa dipetik dari kisah perjuangan beliau bersama dengan istrinya, Nyonya Ainun Habibie. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan berguna bagi pembaca sekalian.

Referensi :
http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id
http://www.e-smartschool.com/
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html


Nama : Bibit Nur Atikah
NPM : 11112456
Kelas : 2KA19

Monday, 7 April 2014

TULISAN TOU 2 MINGGU KE-2

Tomat, Buah Kecil dengan Banyak Manfaat untuk Wajah


Buah-buahan selain untuk menjaga kesehatan juga mampu membuat kulit lebih sehat, contohnya buah tomat. Buah satu ini bisa dimanfaatkan untuk kulit wajah kamu lho Girls. Simak penjelasannya disini deh.

Oleh: Dr. Ryan Thamrin

Tomat, buah kecil yang salah satunya ada berwarna merah biasanya digunakan sebagai pelengkap dalam membuat sambal atau dicampurkan dengan jenis makanan lainnya. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa buah tomat bisa bermanfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit kita. Tomat yang kaya akan zat lycopene, salah satu manfaatnya bisa merangsang pembentukan kolagen kulit agar kulit terlihat lebih kenyal dan tidak mudah keriput (mencegah penuaan dini). Tomat juga memiliki astringent untuk menghilangkan minyak berlebih, serta mengandung kaya vitamin C dan A untuk mencerahkan kulit kusam dan memulihkan kesehatan.

Cobalah obat perawatan kulit buatan sendiri dengan menggunakan tomat, dan kamu yakin akan melihat perbedaan besar pada kulit kamu jika dilakukan secara rutin. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu ambil dari buah tomat, antara lain adalah :

1. Mengecilkan pori-pori dengan tomat
Campurkan satu sendok makan jus tomat segar dengan 2-4 tetes air jeruk nipis segar. Oleskan campuran tersebut dengan bola kapas dan pijatan lembut ke kulit dengan gerakan melingkar. Biarkan kulit sekitar 15 menit lalu bilas dengan air suam-suam kuku.

2. Menyembuhkan jerawat dengan pulp tomat
Hancurkan tomat segar dan oleskan pulp bebas pada wajah kamu. Biarkan selama satu jam, kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan ini setiap hari selama beberapa hari dan jerawat kamu akan hilang.

3. Bersihkan kulit dengan masker tomat-dan-alpukat
Masker tomat dan alpukat sangat bagus untuk kulit kombinasi (berminyak, normal dan kering). Manfaat tomat untuk mengurangi minyak diwajah dan alpukat dengan sifat antiseptiknya dan pelembab. Masker ini kaya vitamin A, C dan E. Untuk membuat masker, mash tomat dan alpukat dalam mangkuk bersama-sama. Aduk rata dan halus pada wajah Anda. Bilas setelah 20 sampai 30 menit dengan air hangat.

4. Masker tomat dan yoghurt
Jika kulit mudah iritasi, gatal, terbakar, merah, jerawat, atau bersisik, kamu bisa menikmati manfaat dari masker yoghurt dan tomat. Yogurt kaya akan protein dan tomat memberi rasa dingin serta menetralkan permukaan kulit. Ambil satu buahh tomat dan tambahkan dua sendok makan biasa yoghurt tanpa pemanis. Aduk rata dan oleskan pada wajah kamu. Diamkan selama 20 menit. Bilas dengan air hangat.

5. Dapatkan kulit bersinar dengan jus tomat dan madu
Campur madu dan jus tomat dan oleskan pada wajah dan leher kamu. Diamkan selama 15 menit, lalu bilas hingga bersih. Kulit Anda akan halus dan bersinar.

Itu tadi beberapa manfaat sekaligus cara menggunakan buah tomat untuk kesehatan dan kesegaran kulit wajah kita.

Selamat mencoba, Girls!




Nama : Bibit Nur Atikah
Kelas : 2KA19
NPM  : 11112456

Thursday, 3 April 2014

TUGAS TOU 2 MINGGU KE-2

Take it or leave it

Ketika yang lain bercerita, aku bingung apa yang harus diceritakan dari diriku. Karena aku selalu beranggapan apa yang aku alami layaknya kebanyakan orang pernah mengalami hal yang sama tentang cinta, iya, masalah cinta.

Cinta yang buat kita tersenyum, buat kita nyaman, buat kita semangat, terkadang buat kita lupa kalau kita tidak punya sayap untuk terbang yang akhirnya ketika dijatuhkan merasa sakit. Itulah resiko jika kita menyentuh cinta.

Kalian tentu pernah merasakan jatuh cinta, kalian juga pernah merasakan bagaimana kalian harus membuat keputusan dan kalian harus memilih keputusan yang kalian buat sendiri, tentunya keputusan yang terbaik untuk kalian.   

Aku benar-benar merasakan kenyamanan ketika kenal dengannya ketika aku baru masuk dibangku kuliah. Dia satu kampus denganku, satu jurusan, tetapi beda kelas. Aku mengenalnya disaat aku mengikuti kegiatan kampus, begitupun dia yang menjadi peserta sama denganku.

Semakin hari hubungan pertemanan kita semakin dekat, aku dibuat nyaman, aku menyukai apa yang dia sukai, sehingga sedikit demi sedikit timbul rasa sayang. Aku tidak berani mengatakannya, aku takut semua akan berubah jika aku mengatakan padanya sehingga aku memendamnya sendiri, karena dengan cara itu agar aku bisa dekat dengannya. Tetapi wanita mana yang mau hubungannya hanya friendzone terus menerus. Suatu ketika aku memberanikan diri untuk meminta kejelasan padanya, aku berani karena dia pernah mengatakan perasannya padaku, hanya mengatakan, ya mengatakan saja.

Setelah aku meminta kejelasan   seperti tersirat nada ragu dalam kalimat yang dia tulis. Dia masih ragu. Aku tidak memaksa dia untuk memberikan status untuk kita, aku hanya ingin dia menjawab yang tegas, iya atau tidak. Dia tetap tidak mau menjawab, dia memberi alasan kalau dia menjawabnya dia takut aku berbeda dari sebelumnya. Alasan yang seperti itu justru jawaban dari pertanyaanku dan kalian tahu jawabannya.

Benar saja semua berubah, aku yang sengaja merubahnya, aku mulai menjauhinya, mulai belajar melepaskan walau sulit. Disaat seperti itu terkadang keegoisan timbul dalam diriku.
Aku menjauhinya bukan untuk melupakan dia, aku ingin mengurangi rasa sayang padanya, menghindari rasa yang dipupuk justru menjadi tak berarti.

Entah berapa bulan aku lost contact dengannya. Aku kira dia sudah benar-benar tak peduli lagi denganku, ternyata ketika aku sakit dia menanyakan keadaanku. Entahlah ini hanya rasa kegeeranku saja atau dia memang khawatir.
Aku mulai menjalin pertemanan lagi dengannya, kita mulai lagi seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Rasa sayang itu timbul kembali, betapa ingkarnya diriku ketika aku ingin melupakan perasaan ini. Tapi apa daya jika masing sayang? 

Ketika naik ke tingkat 2 kita tetap beda kelas, jadwal kuliah kita benar-benar berbeda. Semakin hilanglah kesempatan untuk bertemu di kampus.
Entah mengapa jurusanku ada mata kuliah akuntansi, karena dulu aku dari ips jadi aku mempunyai bekal untuk mata kuliah ini.
Teman-temanku sewaktu tingkat 1 yang dulunya dari jurusan ipa kurang paham dan meminta bantuanku untuk mengajarinya. Aku mencoba membagi ilmu kepada mereka.

Salah satu temanku laki-laki yang ikut belajar akuntansi sering menghubungi aku lewat sms, bercanda lewat sms, berbalas syair lewat sms, dan aku menganggap semua biasa saja karena memang dari awal sudah nyaman menjadi teman, tapi aku tidak tahu dia menganggapnya seperti apa.

Suatu ketika temanku yang ini main kerumahku, normal seperti biasa kita bercanda, tiba-tiba temanku menyatakan perasaannya padaku, aku shock, aku bingung harus bagaimana, karena dia bilang aku membuat dirinya nyaman ketika didekatku, aku membuatnya tidak fokus ketika belajar akuntansi, dan aku merasa bersalah ketika ada seseorang yang berkata seperti itu tetapi aku tidak bisa membalasnya dengan perasaan yang sama dengannya. Ini semua salahku, jika aku tidak menanggapi smsnya dari awal mungkin semua tidak seperti ini. Aku tidak bisa langsung menjawabnya, aku meminta waktu untuk memikirkannya. Aku tidak bisa tidur karena harus memilih jalan keluar yang mana. Temanku ini baik dan perhatian, dan yang lebih penting dia gentle, karena berani mengatakan perasaanya kepada wanita yang disukainya, tidak peduli aku sedang dekat dengan siapa.
Aku tidak menyama-nyamakan temanku ini dengan dia. Karena mereka benar-benar berbeda.

Aku sudah membuat keputusan, tetapi tidak hanya satu atau dua.
Yang pertama, aku terima, berpura-pura menyayangi orang yang berusaha membuatku bahagia.
Yang kedua, aku terima, melepaskan dia yang benar-benar aku sayang untuk orang yang menyayangi aku.
Yang ketiga, aku tolak, yang justru membuat temanku ini kecewa karena aku lebih memilih menunggu orang yang belum tentu membuat aku bahagia.
Yang keempat, aku menjauhi keduanya.

Aku meminta solusi kepada sahabat-sahabatku, pendapat mereka berbeda. Ada yang bilang "kamu harus menerimanya karena jika menunggu dia hanya buang-buang waktu saja". Pendapat lain "kalau kamu sayang sama yang dulu maka berusaha dan berdoalah, jika kamu bersabar maka kamu akan mendapat hasil yang kamu inginkan, karena memperjuangkan cinta memang tidak mudah". Ada lagi "kebanyakan kalau wanita yang menunggu bakalan sia-sia hasilnya, apalagi orang yang kamu sayang tidak merespon".

Perasaanku makin tak karuan, tibalah hari dimana temanku meminta jawaban. Aku harus terlihat tenang didepannya, dengan tegas aku mengatakan aku tidak bisa menerimanya, hanya senyuman, ketegaran dan kecewa yang terlihat dari raut wajahnya. Aku ingin tetap berteman dengannya, tetapi tidak baginya, saat berpapasan dengannya mungkin temanku sudah tak sudi menyapaku. Entah ini memang pantas balasan untukku atau memang temanku ini butuh waktu untuk melupakan perasannya terhadapku. Aku memakluminya karena aku benar-benar pernah berada diposisinya.

Hubunganku dan temanku semakin memburuk, bahkan kita seperti tidak mengenal.
Begitu juga hubunganku dengan dia, agak merenggang. Sepertinya dia agak bosan ketika chatting denganku. Aku mulai khawatir, aku takut secara perlahan dia menjauhiku. Sebelum ini benar-benar terjadi lebih baik aku bertindak lebih cepat. Bukan, bukan untuk mempertahankannya. Aku lebih memilih untuk mengingat-ingat kesalahan yang pernah dia lakukan, tanpa dia menyadari kesalahannya, yang justru itu membantu aku untuk benar-benar melupakan dia. Karena aku tahu jika dipertahankanpun akan sia-sia jika tidak ada kata saling mempertahankan. Bukankah kata saling mepertahankan ditujukan untuk kedua belah pihak? Bukan aku sepihak.

Mungkin dia heran kenapa aku tiba- tiba menjauhinya untuk yang kesekian kali, karena aku sekarang tidak menunggu untuk disakiti yang kesekian kalinya lalu pergi, tetapi aku memilih pergi sebelum dia menyakiti.
Tentu kalian tahu keputusan mana yang aku ambil.


Nama : Bibit Nur Atikah
Kelas  : 2KA19
NPM   : 11112456