Friday, 1 April 2016

Tugas 1 Etika dan Profesionalisme TSI

Etika dan Profesionalisme Sistem Informasi

Jurnalistik pada Detik.com




Nama kelompok 

Bibit Nur atikah

Brian Willy Lengkoan

Dita Zahrotuddiniyah

Erna




Universitas Gunadarma

2016





Pengertian Kode Etik


Kode etik adalah suatu sistem norma, nilai & juga aturan profesional tertulis yang secara tegas 

menyatakan apa yang benar & baik & apa yang tidak benar & tidak baik bagi profesional. Kode 

etik menyatakan perbuatan apa saja yang benar / salah, perbuatan apa yang harus dilakukan & 

perbuatan apa yang harus dihindari. Atau secara singkatnya definisi kode etik yaitu suatu pola 

aturan, tata cara, tanda, pedoman etis ketika melakukan suatu kegiatan / suatu pekerjaan. Kode 

etik merupakan pola aturan / tata cara sebagai pedoman berperilaku.


Pengertian kode etik yang lainnya yaitu, merupakan suatu bentuk aturan yang tertulis, yang 

secara sistematik dengan sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada & ketika 

dibutuhkan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi berbagai macam tindakan yang 

secara umum dinilai menyimpang dari kode etik tersebut.


Tujuan kode etik yaitu supaya profesional memberikan jasa yang sebaik-baiknya kepada para 

pemakai atau para nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan dari yang 


Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan yang naluriah, yang telah 

bersatu dengan pikiran, jiwa serta perilaku tenaga profesional. Jadi ketaatan tersebut terbentuk 

dari masing-masing orang bukan karena suatu paksaan. Dengan demikian tenaga profesional 

merasa jika dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak & yang rugi dia sendiri.


Kode etik sendiri disusun oleh organisasi profesi sehingga masing-masing dari profesi 

mempunyai kode etik tersendiri. Seperti misalnya kode etik guru, pustakawan, dokter, pengacara 

dan sebagainya. Pelanggaran kode etik tidaklah diadili oleh pengadilan, sebab melanggar kode 

etik tidak selalu berarti melanggar hukum. Sebagai contohnya untuk Ikatan Dokter Indonesia 

terdapat Kode Etik Kedokteran. Jika seorang dokter dianggap telah melanggar kode etik tersebut, 

maka ia akan diperiksa oleh Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia, bukan diperiksa oleh pengadilan.


Fungsi Kode Etik Profesi:

Kode etik profesi itu merupakan sarana  untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang 

profesional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi 

dari kode etik profesi:

  • Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
  • Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalangan
  • Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.



Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-

norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara 

para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. 

Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya 

pembuatan sebuah program aplikasi.


Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia 

perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia 

dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program  aplikasi tersebut dari pihak-pihak 

yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll). Kode etik profesi 

Informatikawan merupakan bagian dari etika profesi.


Jika para profesional TI melanggar kode etik, mereka dikenakan sanksi moral, sanksi sosial, 

dijauhi, di-banned dari pekerjaannya, bahkan mungkin dicopot dari jabatannya.


Profesionalisme

Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan 

sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh 

seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan 

dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). 

Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional 


Ciri-ciri profesionalisme

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan 

kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal. Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.
  2. Meningkatkan dan memelihara imej profesionProfesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.
  3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
  4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion



Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang 

dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan 

percaya diri akan profesionnya.


Detik.com

detikcom ialah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia. 

detikcom merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Berbeda dari situs-situs 

berita berbahasa Indonesia lainnya, detikcom hanya mempunyai edisi daring dan 

menggantungkan pendapatan dari bidang iklan. Meskipun begitu, detikcom merupakan yang 

terdepan dalam hal berita-berita baru (breaking news). Sejak tanggal 3 Agustus 2011, detikcom 

menjadi bagian dari PT Trans Corporation, salah satu anak perusahaan CT Corp.


Kode Etik Jurnalis pada Detik.com


Untuk wartawan Indonesia, kode etik jurnalistik pertama kali dikeluarkan dikeluarkan oleh 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi tunggal wartawan seluruh Indonesia 

pasa masa Orde Baru.  

KEJ pertama kali dikeluarkan dikeluarkan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Isi KEJ antara 

1. Berita diperoleh dengan cara yang jujur.

2. Meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum menyiarkan (check and 

3. Sebisanya membedakan antara kejadian (fact) dan pendapat (opinion).

4. Menghargai dan melindungi kedudukan sumber berita yang tidak mau disebut 

namanya. Dalam hal ini, seorang wartawan tidak boleh memberi tahu di mana ia 

mendapat beritanya jika orang yang memberikannya memintanya untuk 

merahasiakannya.

5. Tidak memberitakan keterangan yang diberikan secara off the record (for your eyes 

6. Dengan jujur menyebut sumbernya dalam mengutip berita atau tulisan dari suatu 

suratkabar atau penerbitan, untuk kesetiakawanan profesi.


Profesionalisme Detik.com :

Pada Juli 1998 situs detikcom per harinya menerima 30.000 hits (ukuran jumlah 

pengunjung ke sebuah situs) dengan sekitar 2.500 user (pelanggan Internet). Sembilan bulan 

kemudian, Maret 1999, hits per harinya naik tujuh kali lipat, tepatnya rata-rata 214.000 hits per 

hari atau 6.420.000 hits per bulan dengan 32.000 user. Pada bulan Juni 1999, angka itu naik lagi 

menjadi 536.000 hits per hari dengan user mencapai 40.000. Terakhir, hits detikcom mencapai 

2,5 juta lebih per harinya.


Selain perhitungan hits, detikcom masih memiliki alat ukur lainnya yang sampai sejauh ini 

disepakati sebagai ukuran yang mendekati seberapa besar potensi yang dimiliki sebuah situs. 

Ukuran itu adalah page view (jumlah halaman yang diakses). Page view detikcom sekarang 

mencapai 3 juta per harinya. sekarang detik.com menempati posisi ke empat tertinggi dari 

alexa.com untuk seluruh kontent di Indonesia.


Media informasi awalnya hanya sebatas pada media cetak dan televisi saja, hal ini 

dikarenakan terbatasnya ifrastruktur IT. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, media 

informasi sekarang bisa di akses melalui website dan tidak hanya terbatas pada media cetak atau 

media televisi saja. Di indonesia sendiri media informasi mulai be-revolusi ketika pada tahun 

1998 yang dipelopori oleh detikcom yang menyediakan informasi berbasis web (online), dimana 

user tidak perlu lagi membeli media cetak atau dengan menonton televisi pada waktu-waktu 

tertentu untuk mendapatkan informasi, tetapi hanyab dengan berselancar ke dunia maya dan 

mengakses situs detikcom. 


Revolusi media terjadi karena keinginan dari user untuk mendapatkan informasi tiada 

batas, dimanapun dan kapanpun informasi bisa didapatkan serta mendapatkan berita yang terbaru 

setiap saat. Dengan perkembangan teknologi yang semakin hebat, revolusi media saat ini telah 

berkembang kearah kemudahan medokumentasikan dan menyiarkan setiap informasi / peristiwa 

peristiwa yang terjadi. hal ini bisa dilihat pada acara metro TV yakni i wittness, dimana setiap 

informasi yang disajikan dalam acara tersebut adalah informasi yang berhasil diliput oleh 

masyarakat biasa dengan menggunakan media recorder digital standar, seperti handycam, camera 

digital, handphone dan yang lainnya, hal ini dilakukan karena antusiasme dari masyarakat untuk 

memberikan informasi sangatlah tinggi. Detikcom telah terlebih dahulu menggunakan media ini 

dengan dibekali handphone yang dapat merekam video, suara dan foto beresolusi tinggi, 

wartawan detikcom bisa dengan mudah mendokumentasikan setiap peristiwa yang mengandung 

informasi dan mengirimkannya ke redaksi untuk di edit yang kemudian langsung disiarkan 

melalui website canggih tersebut.


Pertanyaan-pertanyaan seputar Profesionalisme detik.com

Q : Sejak berdirinya detikcom dari tahun 1998 sampai dengan sekarang apakan detikcom 

pernah mengalami cybercrime, seperti di defacenya website detikcom?

A : Ya pernah, kira-kira kejadian itu kurang lebih terjadi 3 atau 4 tahun yang lalu, keika hal 

itu terdeteksi oleh admin detikcom, detikcom langsung mencari darimana serangan itu 

berasal, dan akhirnya terdeteksi bahwa serangan itu berasal dari sebuah warnet yang ada di 

jogjakarta, stelah itu langsung crew detik yang ada di daerah jogja langsung menuju tempat 

dimana orang itu melakukan serangan, setelah tertangkap orang tersebut diberikan dua 

pertanyaan. "Anda tertangkap telah melakukan serangan ke detikcom, jika anda ingin 

selamat anda kami berikan 2 pilihan anda bekerja untuk detikcom atau anda akan kami 

serahkan kepada polisi?" begitulah sekiranya pak budiono menjelaskan ceritanya, dan 

akhirnya orang tersebut bersedia bekerja di detikcom tetapi tidak kerja sosial melainkan 

mendapatkan gaji karena orang seperti itu jika disia-siakan akan sangat tidak bermanfaat 

ilmunya.

Q : Etika seperti apakah yang anda terapkan dalam keseharian kantor detikcom bagi para

karyawannya?

A : Etika...? etika yang saya terapkan biasa saja, tidak ada ketegangan antara karyawan 

dengan atasannya, ya...have fun aja seperti dirumah. beliau juga menambahkan "Jika saya 

ke kantor mengenakan Baju dan sepatu yang rapi, pasti para karyawan akan meledek saya, 

mau kondangan pak??, dan saya hanya bisa tertawa saja.. begitulah sekiranya keakraban 

para karyawan dengan saya dan para karyawan dengan yang lainnnya dalam etika bekerja 

yang diterapkan dikantor detikcom".

Q : Bagaimana menciptakan Brand Image yang sangat luar biasa pada detikcom ?

A : Sebenarnya Brand Image yang di dapat detik com tidak terlepas dari adanaya tabloid 

detik pada masa orde baru, tepapi ada hal lain yang menciptakan Brand Image tersebut, 

yakni brand image itu datang dari pesaing-pesaing kami sendiri. Misalkan ada sebuah web 

berita yang baru dan mereka ingin mengambil utung dari popularitas kami biasanya orang 

beranggapan bahwa web baru tersebut contennya seperti detikcom. Nah..secara tidak 

langsung disaat masyarakat beranggapan seperti itu justru popularitas detikcom semakin 

menanjak dan mengundang rasa ingin tahu yang lebih terhadap detikcom yang menjadi 

pioner dalam urusan news online.


Produk Detik.com


Server detikcom sebenarnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai daring 

dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Tanggal 9 Juli itu akhirnya ditetapkan sebagai hari lahir 

detikcom yang didirikan Budiono Darsono (eks wartawan DeTik), Yayan Sopyan (eks wartawan 

DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo), dan Didi Nugrahadi. Semula peliputan 

utama detikcom terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah 

situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga 

melampirkan berita hiburan, dan olahraga.


Dari situlah kemudian tercetus keinginan membentuk detikcom yang update-nya tidak 

lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Yang dijual 

detikcom adalah breaking news. Dengan bertumpu pada vivid description macam ini detikcom 

melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan users internet.

    



Bidang-bidang pada aplikasi detik.com : 

  • detikNews (news.detik.com) Berisi informasi berita politik-peristiwa
  • detikFinance (finance.detik.com) Memuat berita ekonomi dan keuangan
  • detikFood (food.detik.com) Informasi tentang resep makanan dan kuliner
  • detikHot (hot.detik.com) Berisi info gosip artis/selebriti dan infotainment
  • detiki-Net (inet.detik.com) Memuat informasi teknologi informasi
  • detikSport (sport.detik.com) Berisi info olahraga termasuk sepakbola
  • detikHealth (health.detik.com) Memuat info dan artikel kesehatan
  • detikTV (tv.detik.com) Memuat info mengenai berisi berita video (tv berita) (sekarang menjadi CNN Indonesia)
  • detikFoto (foto.detik.com) Yang memuat berita Foto 
  • detikOto (oto.detik.com) Memuat informasi mengenai otomotif
  • detikTravel (travel.detik.com) Memuat informasi tentang liburan dan pariwisata
  • detikSurabaya (surabaya.detik.com) Info Surabaya dan Provinsi Jawa Timur
  • detikBandung (bandung.detik.com) Informasi tentang Bandung dan Provinsi Jawa Barat
  • detikforum (forum.detik.com) Tempat diskusi online antar komunitas pengguna Detikcom
  • blogdetik (blog.detik.com) Tempat pengakses mengisi info atau artikel, foto, video di halaman blog pribadi
  • wolipop (wolipop.detik.com) Berisi informasi tentang wanita dan gaya hidup
  • TanyaSaja (tanyasaja.detik.com) Tempat para pengakses bertanya jawab mengenai hal apa pun
  • DetikMap (map.detik.com) Semacam alat/tool untuk melihat Peta lokasi
  • IklanBaris (iklanbaris.detik.com) Berisi Iklan yang langsung diisi konsumen
  • MyTRANS (www.mytrans.com) Live Streaming Trans TV dan Trans7, serta video program-program acara Trans TV dan Trans7
  • Harian Detik (harian.detik.com) Berisi berita dalam bentuk koran digital yang diterbitkan 2x sehari pada pukul 06:00 WIB & 16:00 WIB (untuk edisi akhir pekan terbit 1x sehari pada pukul 06:00 WIB). Sejak 22 Juli 2013, Harian Detik dihentikan penerbitannya.






Daftar Pustaka


http://helmyinfo.blogspot.co.id/2008/06/detikcom.html?m=1

http://blogdaeng.blogspot.co.id/2012/03/perbedaan-makalah-dan-paper.html

http://www.romelteamedia.com/2015/05/kode-etik-jurnalistik.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_jurnalistik

https://id.wikipedia.org/wiki/DetikCom

https://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme

http://www.pengertianku.net/2015/02/pengertian-kode-etik-dan-tujuannya-lengkap.html

http://cyberlawncrime.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-etika-kode-etik-dan-fungsi.html


Tuesday, 2 February 2016

TUGAS 4 PENGANTAR TELEMATIKA

Trend telematika pada umumnya akan berkembang dengan pesat seiring dengan berkembang teknologi informasi. Untuk berhubungan dengan user lainnya  atau mencari informasi cukup dengan melalui fasilitas telepon, internet dan televisi. Apalagi beberapa tahun belakangan ini kemajuam teknologi handphone sudah cukup canggih, yang awalnya handphone hanya digunakan untuk media komunikasi sekarang bayak berbgai merk handphne yang menyediakan fasilitas smartphone.

Perkembangan internet juga tak kalah berkembang pesat, hampir semua orang didunia menggunakannya. Dengan kemudahan akses internet yang dimana-dimana menyediakan fasilitas wireless, mempermudah user mendapatkan informasi dan anatarmukapun makin bersahabat. Dengan segala kemudahan tersebut diharapkan user dapat dengan bijak menggunakannya dan akan terus berkembangnya teknologi sehingga akan ada harapan-harapan baru tentag masa depan yang lebih baik lagi.

Tetapi jauh dari itu semua, mengenai trend ke depan telematika, itu merupakan kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikan sebagai suatu trend didalam masyarakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

Dampak positif
  • Kemudahan dalam memeroleh informasi secara cepat, informasi tersebut dapat diperoleh pada saat itu juga.
  •  Penghematan waktu dalam memperoleh informasi


Dampak negative:
  • Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
  •  Ancaman

Adanya ancaman virus, hacker, penyadapan elektronik  menyebabkan faktor keamanan menjadi masalah dari waktu ke waktu.





Monday, 7 December 2015

TUGAS 3 PENGANTAR TELEMATIKA

Kasus 1: Hacker Retas Ribuan Akun Pelanggan Vodafone


Liputan6.com, London - Kejahatan dunia maya (cybercrime) kembali menimpa perusahaan telekomunikasi asal Inggris, yakni Vodafone. Kali ini hacker meretas 1.827 akun pelanggan. Aksi yang terjadi pada Sabtu (31/10/2015) lalu tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam satu bulan ini.

Menurut juru bicara Vodafone, seperti dikutip Reuters, Minggu (1/11/2015), hacker itu kemungkinan mendapat akses dari kode akun bank pengguna, termasuk empat digit angka terakhir dari akun bank mereka, tak terkecuali nama dan nomor ponselnya.

Kejadian ini memperlihatkan adanya upaya untuk melakukan penipuan dengan meretas data mereka dari akun Vodafone. 

"Mereka (hacker) melakukan hal itu dengan menggunakan alamat email dan passwordyang diperoleh dari sumber tak dikenal di luar Vodafone," ujar juru bicara Vodafone.

"Untungnya, tidak ada nomor kartu kredit ataupun kartu debit yang berhasil diperoleh (peretas). Namun, tetap saja kejadian ini berpotensi terjadinya penipuan atau phishingterhadap 1.827 pelanggan," katanya lagi. 

Perusahaan pun sempat mengontak sebagian pihak yang terlibat, dan memastikan bahwa pelanggan tak perlu khawatir atas kejadian ini. 

(cas)



Kasus 2: WN Tiongkok dan Taiwan Ditangkap Terkait Penipuan Online




JAKARTA - Ratusan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan Taiwan ditangkap aparat Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Ratusan WNA itu ditangkap karena melakukan kejahatan penipuan online terhadap sesama WNA dengan melancarkan aksinya di Indonesia.
‎Kasubdit Cyber Crime Bareskrim Polri, Kombes Rahmat Wibowo‎ mengatakan, terdapat 119 WNA yang ditangkap pada Senin dan Selasa, 19 dan 20 Oktober 2015.
"‎Total yang diamankan ada 119 WNA, mereka dari Tiongkok dan Taiwan. Penangkapan dilakukan di lima lokasi, Cirebon, Surabaya, dan Bali," ujar Rahmat di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2015).
Menurut Rahmat, lokasi penangkapan pertama berada di Jalan Pemuda Nomor 28, Cirebon, Jawa Barat. Di lokasi ini polisi mengamankan 18 WNA terdiri dari tiga wanita dan 15 laki-laki.
Lalu di Jalan Wahidin 25 Cirebon, di mana sebanyak 23 WNA terdiri dari 11 pria WN Tiongkok, empat perempuan WN Tiongkok, tiga perempuan WN Taiwan dan lima pria WN Taiwan diamankan.
Penangkapan berlanjut di Hotel Ciputra Word, Jalan Opek Nomor 39 Surabaya di mana polisi mengamankan 32 orang terdiri dari delapan wanita dan 24 laki-laki. ‎
Di Bali, penyidik juga menangkap para pelaku di dua tempat yakni sebanyak 23 orang WNA terdiri dari 16 WN Tiongkok dan tujuh WN Taiwan diamankan di Jalan Srikrisna Nomor 99 Kuta Badung, Bali dan 23 WNA diamankan di Jalan Dewisri IV/3 Kuta, Badung, Bali.
"Penangkapan dilakukan atas permintaan bantuan Criminal Investigation Department-Ministry of Public Security China, atas dugaan tindak pidana Telecommunication Fraud," jelas Rahmat.
Dalam penangkapan itu polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya 88handphone, 49 paspor, lima laptop, uang tunai mencapai Rp174.300.000, beberapa lembar mata uang asing, alat recorder, flashdisk, harddisk, dan mobil.
Menurut Rahmat para tersangka ini telah dibawa ke Jakarta, dan telah diserahkan pula ke Ditjen Imigrasi karena telah menyalahgunakan izin tinggal sebagaimana diatur dalam Pasal 122 UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.
"Setelah itu mereka akan di deportasi ke China dan ke Taiwan guna dilakukan penyidikan terhadap tindak pidana Telecommunication Fraud," pungkas Rahmat.
(put)



Kasus 3: Jelang Konser Live Bon Jovi, Website Palsu Beredar



JAKARTA - Bon Jovi siap menggelar konser di Gelora Bung Karno, Jakarta pada 11 September 2015. Jelang konser live tersebut, sebuah website bernama www.ticketbonjovi.com sengaja melakukan penipuan.
Deki Surahman (35), menjadi salah satu korban penipuan website tersebut. Deki mengatakan, sedikitnya sudah 60 orang yang menjadi korban dalam masalah serupa.
"Saya datang untuk membuat laporan adanya indikasi penipuan dari website www.ticketbonjovi.com yang katanya menjual tiket konsernya Bon Jovi," kata Deki saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis (3/9/2015).
Deki menjelaskan, para korban telah membeli tiket dengan cara online dan dijanjikan tiket fisik. Namun, hingga kini mereka belum juga menerima tiket yang dijanjikan meski telah membayar.
"Ketika kita konfirmasi balik itu tida dijawab. Lalu kita coba hubungi kembali live nationnya sendiri ternyata mereka mengatakab bahwa www.ticketbonjovi.com itu bukan official resmi tiket box mereka," ujar Deki.
Kemudian, akhirnya Deki merasa curiga, lantaran pembicaraan yang awalnya bisa dihubungi melalui telepon kini hanya bisa melalui live chat.
"Lalu kita kembali menghubungi www.ticketbonjovi.com ternyata tidak bisa. Pembicaraan juga hanya bisa dengan live chat saja, itu pun pada saat kita chat langsung ditutup. Web ini juga tidak mencantumkan dimana kantornya," beber Deki.
Lebih lanjut Deki mengatakan, saat ini sedikitnya jumlah korban sudah sekira 60 orang dengan kerugian Rp 108 juta. "Jumlah korban ada 60 yang saya tahu, tapi yang baru terinventarisi sebanyak 28 dengan total uang sebanyak Rp108 juta," ujarnya.
Deki menambahkan, dia dan sejumlah korban yang berasal dari berbagai daerah semula percaya karena website ini juga memiliki customer service. "Kita cek juga di google, nama ticketbonjovi.com ada paling atas dan pertama kali muncul. Apalagi ketika kita berbicara melalui live chat maupun telepon pertama kali lancar saja dan itu sangat meyakinkan," tambahnya.
Pihak yang menjadi korban dari penipuan website palsu ini diantaranya terdiri dari pelajar hingga orang tua. Tiket yang dijual terdiri dari mulai harga mulai harga Rp500 ribu hingga Rp3,5 juta. "Harganya sama persis dengan official resmi, makanya kita percaya," imbuhnya.
Dengan pelaporan yang dia lakukan hari ini, Deki sangat berharap kepada aparat kepolisian bisa mengusut tuntas penipuan di website tersebut. "Semoga pelaku penipuan website itu bisa ditemukan dan website tersebut segera ditutup agar masyarakat tidak tertipu," tutupnya.
(ful)



Kasus 4: Hacker Porak-porandakan Situs Pemerintah Belanda



Liputan6.com, Jakarta - Laporan BBC menyebutkan bahwa sebuah serangancyber dalam skala masif telah menyerang pemerintah Belanda. Sejumlah situs resmi milik instansi pemerintah Belanda dan layanan publik dikabarkan tumbang akibat ulah hacker.

BBC melansir, serangan cyber ini dimulai pada sore hari kemarin, Sabtu (14/2/2015), waktu setempat. Rencana serangan ini sendiri menurut informasi yang beredar sebenarnya telah diketahui pemerintah Belanda setelah mendapatkan peringatan dari pihak pemerintah Amerika Serikat (AS).

Bahkan divisi pertahanan cyber yang dipayungi oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon) juga telah memprediksi bahwa serangan akan berlanjut ke Perancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Belum diketahui secara pasti siapa dalang dibalik serangan cyber yang menyasar otoritas negara-negara di Eropa ini. Hanya saja telah diketahui bahwa serangan yang dilakukan adalah jenis 'DDoS Attack'.

DDoS Attack belakangan identik dengan kelompok hacker yang menamakan dirinya sebagai '
Lizard Squad'. Reputasi mereka sebagai kelompok peretas jempolan dimulai pada akhir tahun 2014 kemarin, tepatnya pada malam perayaan Natal. Saat itu Lizard Squad mengklaim bahwa merekalah pihak yang bertanggung jawab atas tumbangnya dua layanan berbasis internet di ranah industri game, yakni PlayStation Network (PSN) dan Xbox Live.

Lalu pada awal Januari 2015 Lizard Squad kembali beraksi. Kali ini tak tanggung-tanggung, enam (6) jejaring sosial kenamaan dibuat luluh lantak. Keenamnya adalah Facebook, Instagram, Facebook, Instagram, MySpace, AOL Instant Messenger, Tinder dan Hipchat. Kesemuanya terdidentifikasi mendapat serangan DDoS Attack.


Kasus 5: Gelang Kebugaran jadi Calon Sasaran Empuk Hacker




Liputan6.com, Jakarta - Menurut hasil penelitian terbaru Kapersky Lab, fitness trackeratau wristband (gelang kebugaran) berpotensi menjadi sasaran empuk hacker dalam mencuri data pribadi penggunanya.

Hasil penelitian Kapersky Lab mengungkapkan bahwa terdapat celah keamanan yang cukup berbahaya pada saat gelang kebugaran berinteraksi dengan smartphone.
Roman Unuchek, peneliti senior dari Kapersky Lab menjelaskan, metode otentikasi yang diimplementasikan dalam beberapa jenis produk gelang kebugaran memungkinkan pihak ketiga untuk dapat terhubung tanpa terdeteksi ke perangkat, menjalankan perintah, dan dalam beberapa kasus menarik data yang tersimpan pada perangkat.

Sejauh ini hasil penelitian Unuchek memang mencatat bahwa data-data yang dapat dicuri masih terbatas pada aktivitas fisik penggunanya. Namun, di masa depan, risiko akan meningkat dan data medis sensitif milik pengguna gelang kebugaran bisa menjadi incaran para hacker.
Dalam keterangan resminya, Kapersky Lab memaparkan, perangkat berbasis Android 4.3 atau lebih tinggi telah memiliki kemampuan untuk terhubung dengan gelang kebugaran dari vendor tertentu menggunakan aplikasi. Untuk mengntegrasikannya, pengguna harus mengkonfirmasi pemasangan dengan menekan tombol pada gelang mereka.

Proses ini lah yang bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh para hacker. Hacker dapat dengan mudah mengatasi hal ini karena sebagian besar gelang kebugaran modern tidak memiliki fitur layar.
Notifikasi yang diterima hanya berupa getaran pada gelang. Ketika gelang bergetar meminta pemiliknya untuk mengkonfirmasi, korban tidak mengetahui secara pasti apakah merekaterhubung dengan perangkat mereka sendiri atau dengan perangkat orang lain.

"Pelacak kebugaran yang tersedia saat ini masih cukup bodoh, mampu menghitung langkah dan mengikuti siklus tidur, tetapi tidak lebih dari itu. Namun generasi kedua perangkat tersebut hampir tiba, dan mereka akan dapat mengumpulkan informasi yang lebih banyak tentang penggunanya. Sangatlah penting untuk memikirkan tentang keamanan dari perangkat saat ini, dan memastikan bahwa ada perlindungan yang tepat tentang bagaimana pelacak dapat berinteraksi dengan smartphone," ujar Unuchek.

(dhi/isk)


Sumber: